Rabu, 23 Maret 2011

Rindu Kampung Tercinta.

Assalamualaikum..Wr.Wb
Penulis rindu banget nih dengan kampung Halaman di Tanah Celebes.Tanah Bugis.Tanah Phinisi.Tanah..hehehehe."lengkap Banget Tanahnya. Bugis Gitu Lohh!!!!!!Dimana aja ada didunia ini."Seperti Petikan Lagu TANAH AIRKU...
Rumah Nenekku Tersayang
Tanah airku tidak Kulupakan.Kan terkenang Selama Hidupku.Biarpun Saya Pergi Jauh.
Tidakkan Hilang dari Qalbu....Tanah ku yang Kucintai engkau Kuhargai.."Kurang lebih seperti itu lah..LOVE INDONESIA
Begitu Banyak Kisah yang kutinggalkan di Tanah Kelahiranku "Bugis".mulai aku masih Bayi yang sering ditimang-timang oleh IBUKU TERSAYANG hingga akhirnya Kakiku Melangkah Kenegri Seberang " MALAYSIA". Hari-hari begitu sepi dan Sunyi. Lingkungan ynag baru menerkam pergaulanku disini. Begitu rindunya aku Pada NEGERI INDONESIAKU, Namun AKU PERGI UNTUK KEMBALI DENGAN SEJUTA ILMU UNTUK MELIHAT SENYUM ORANG TUAKU TERCINTA.
Setiap Detik aku merindukan Keluargaku yang jauh disana. MISS U MOM N FAMILY.
Rumahku Sebelum Direnovasi.
Kadang Air mata ini Menitih karena rindu sudah tak terbendung lagi.Begitu banyaknya Senyum dan Kasihsayang yang Ibu berikan Kepadaku. Kuingin senyum itu kubawa sampai AKHIR HAYATKU dan Menjadi Perindu dan Penyemangat untuk Hidupku di Sini.......
------------Dedy Sulfriady Aslam sebuah Anak lelaki yang senantiasa ingin bersama kedua orang tuanya dan rindu pada orangtuanya. AMIN......
Kampungku yang Jauh disana.....Moga Engkau Rindu aku juga.""hehehehehehehhe"please Yahhhhhhhhh...
Kuingin Melihatmu lagi ketika aku kembali dengan sejuta rindu dan ilmu untuk kuabdikan kepadamu.""AMINNNNNNN..
Moga Pembangunan dan Sarana Infrastrucure bertambah dan lebih indah.( moga pak Bupati Baca))))__.Seperti kata IBU TERSAYANG. Kakimu berawal disini dan Kakimu berakhir disini.Apatuhh....(Give me Solution Mommm)))....
-------------AKU SAYANG KELUARGAKU TERCINTA DAN KAMPUNGKU-----------




Senin, 21 Maret 2011

Kisah Mahasiswa Di Jepang.

Say YES to GAMBARU!
Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :
motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama),
motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).
Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja.
Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : "doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)
Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan".
Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu"
(maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).
Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya.
Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri.
Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!).
Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!
Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur.
Gw tau, bencana alam di  indonesia  seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang , letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. 
Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.
Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain.
Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan.
Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.
Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini?
Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV.
Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV.
Jadi yang ada apaan dong?
Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
 

*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini;
Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.
Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang.
Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu.
Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.
Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan.
Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....
I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju.
Kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup.
Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.
Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau.
Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini.
Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.
Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang.
Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.
Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. 
Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu.
Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang.
Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga.
Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati :
Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu.
(Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

Minggu, 20 Maret 2011

Keluarga Tercinta

Orangtua Tersayang ( Dr.Hamzah Aslam & Sukmawati Sunusi S.Sos)
 
Kakaku tersayang ( Arfanzah Aslam. SE )

Ini Saya.(Dedy Sulfriady Aslam).

( Adekku tersayang.Rahma iriani Aslam) & Nenek Tercinta

------Foto Adik Ke 4 dan 5-----
...Masih Dalam Process Capture...


Minyak Goreng dari Kakak

Assalamualaikum Wr. Wb
Syukur Alhamdulillah Kepada Allah swt atas nikmat dan karunianya yang diberikan kepada hambanya,
Shalawat serta Salam Selalu kita khaturkan Kepada Nabiullah Muhammad Saw yang merupakan sosok pemimpin yang dirindukan umatnya .
Lahir Pada 20 Januari 1987 dari buah pernikahan Drs. Hamzah Aslam & Sukmawati Sunusi. S.Sos yang merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara.Dedy Sulfriady Aslam nama Lengkapnya. Oleh Teman teman semasa SD.SMP.SMA.dan Universitas biasa dipanggil Dedy. Struktur Body yang Cukup...Gede""".dengan tinggi Badan 175cm.hahahahha-----Cukup tinggi Juga yah!!!! Menurut Kata Nenek Tercinta " ST.Rahmatiah Sunusi..bahwa Dedy semasa kecilnya itu anaknya manis,suka tersenyum dan paling sering di gendong ma nenek.hehehehehe.."Makasih Ya Nek. Kejadian Suatu hari Sewaktu Kami Sekeluarga Berada di KENDARI.Sulawesi Tenggara. kejadian itu terjadi di Kapal Laut...,Kakak saya yang Bernama ARFANZAH ASLAM...lagi main main di kamar.kebetulan dikamar itu tinggal kami berdua dengan pintu terkunci. Di Dalam Kamar terdapat Tas.Travel Bag. Kantongan. Serta Benda dengan Bungkus Aneh .Berwarna Kekuningan yang cair. " MINYAK GORENG". Sang kakak tersayang yang berumur 3 tahun mengambil kantongan yang berisi Minyak Goreng tersebut. Dikarenakan sang kakak masih bloooooon. dan masih butuh konseling/bimbingan dari ParenT ( Orang Tua).
--Lanjut--->Saya lagi main main dengan Ksatria Baja Hitam Boneka dan Bola....didekat t4 tidur. Alhasil dan Beruntungnya . Kakak tersayang mungkin bercita-cita jadi Pemain Baseball atau pelempar Lembing. 2 kantong berisi Minyak Melayang di udara dengan waktu yang sangat singkat 00000.11 second. 2 kantong minyak itu kemudian mendarat di Kepala Saya ,tanpa saya sadari, Sekujur Badan yang masih imut dan Cute...hehehehhe..,berlumur Minyak."kayak ikan Goreng saja". Suara bergetar dan Hati Pilu dan Air mata menetes dari matas ke dekat hidung.hmmmmm''/......;,;.,;.seakan-akan saya berada dilautan minyak.
tukkk----tukkk pintu berbunyi. Mama dan Papa masuk..,Ucapan Pertama yang keluar dari Mulut Beliu ASTAGFIRULLAH ADZIM...,dengan suara yang Keras saya menangis.........,Kakak juga menangis tanpa sebab.mungkin kaget dengan teriakan Mama. tapi Keceriaan itu lah yang menjadi kenangan semasa kecil. anatar aku dan kakaku yang tersayang.''hehehehehehe''....